Monday, June 29, 2009

Sebuah kehidupan di Jakarta...

Setiap Minggu pagi sekitar jam 11 biasanya saya akan naik busway di koridor satu. Menempuh jarak antara halte Sarinah - halte Dukuh Atas.. Tetapi Minggu kemarin terasa berbeda, karena saya berkesempatan untuk menempuh rute yang sama di jam yang berbeda.. Dari sebuah ketidakbiasaan tersebut saya menemukan sesuatu yang sangat luar biasa dari Jakarta..

Seperti biasa di setiap minggu keempat, jalanan di sekita HI akan ditutup untuk car free day. Pada saat itu, saya berada di dalam halte Sarinah untuk menunggu busway.. Dari sana saya melihat bermacam-macam orang yang sedang berolahraga, telah selesai berolahraga, sedang berjualan, sedang naik sepeda, jalan kaki, atau sedikit berlari, baik yang sendirian maupun bersama teman, bersama keluarga, bersama kekasih, saya melihat semua orang yang sedang menikmati Minggu paginya dengan caranya sendiri-sendiri..

Kemudian tampaklah oleh saya, seorang anak yang sedang berjalan sembari menggiring bola sepak.. Ternyata dia menendang bola itu terlalu keras, sehingga melenceng dari jalur berjalannya.. Di sisi jalan yang lain tampaklah seorang pasutri yang sedang berjalan kaki, mereka melihat ada bola yang menggelinding ke arah mereka.. Lalu dengan antusias mereka menendang bola itu kembali ke pada anak tersebut... dan anak tersebut menerima bolanya kembali dan melanjutkan perjalanannya.. Begitu pula pasutri tersebut, mereka kembali berjalan dan sang istri terlihat sangat bahagia setelah menendang bola tersebut.. Begitulah, mereka tidak saling mengenal, tetapi mereka dapat berinterkasi dengan indahnya.. Melihat itu, saya seakan tersadarkan, ada sebuah kehidupan di Jakarta..!! Tinggal di kota besar ini, bukan melulu soal bekerja, bukan melulu untuk mencari uang, bukan melulu untuk egois, bukan semata-mata tentang diri sendiri.. Ternyata masih ada kehidupan di kota ini.. Sungguh saya sangat terharu...

Tak lama kemudian, sebuah busway datang, saya pun masuk ke dalamnya.. Tepat di depan halte Bundaran HI, ada sebuah panggung yang telah disediakan untuk digunakan sebagai acara senam bersama.. Saya melihat bagaimana orang-orang yang melewati jalan tersebut, kemudian berhenti dan mengambil posisi untuk mengikuti senam tersebut.. Sekali lagi saya terhenyak.. Saya melihat bagaimana orang-orang yang tidak kenal satu sama lain, tetapi dapat tertawa bersama, melakukan gerakan bersama-sama, dipersatukan oleh sebuah panggung senam bersama.. Betapa indahnya melihat hal tersebut.. Sekali lagi saya disadarkan.. bahwa ada sebuah kehidupan di Jakarta..!!!

 Di hari itu, hati saya terasa sangat hangat.. Sebuah kejadian kecil, sebuah interaksi sederhana, tetapi mampu menampar saya dua kali, mampu mengingatkan saya untuk tidak bertindak egois.. Sebuah kebersamaan ternyata masih mampu menghangatkan saya..

Terimakasih Jakarta, Terimakasih HI, Terimakasih kepada penyelenggara Car Free Day, Terimakasih kepada mereka yang melakukan senam bersama, Terimakasih atas sebuah pelajaran hidup ini Tuhan... 





And in the end my heart feels so warm..
Lets find our own heart warmer..
Cheers ^^

Wednesday, June 24, 2009

five people you meet in heaven




Siapakah yang anda harapkan untuk ditemui ketika anda meninggal dunia?
Atau.. apakah ada orang yang akan temui ketika meninggal dunia? Will never know, yet, what will happen after we die..

Tapi tidak ada yang salah jika seseorang punya caranya sendiri untuk menebak apa yang akan terjadi nanti.. Mitch Albom membuat sebuah cerita yang sangat dalam dan menyentuh hati di dalam buku ini.. Mengenai siapa yang akan anda temui setelah anda meninggal.

Bukan mengenai apakah itu semua benar.. akan tetapi dapatkah kita melihat sesuatu yang benar disana.. Mitch mengatakan bahwa buku ini didedikasikan kepada pamannya dan semua orang yang merasa dirinya tidak berarti dan bukanlah siapa-siapa semasa hidupnya.. Tidak jarang kita juga merasa seperti itu kan..?

Hidup kita bukan melulu mengenai kita, hidup ini bukan cerita yang baru dimulai ketika kita ada.. Hidup ini saling berkaitan dan mempengaruhi.. Bukan hanya dengan masa kini, tetapi juga masa lalu dan akan ke masa depan.. Bukan hanya dengan orang yang kita kenal, tetapi juga dengan orang tidak kita kenal.. Banyak orang yang kita tidak tahu, tetapi hidupnya dapat mempengaruhi hidup kita, dan kita pun dapat mempengaruhi hidup mereka...

I do believe that my life right now, has been influenced by people that live before me, and my life will also influence people that living after me.. it's all about connection in life...

Seorang teman pernah berkata: "Janganlah sombong, karena semua yang terjadi padamu sekarang bukan semata-mata karena kamu.. Tetapi juga atas semua jasa dan kebaikan pendahulumu.."
Mungkin ini yang disebut dengan karma baik.. Ketika kamu memberi kamu tidak akan kekurangan, justru kamu akan mendapatkan lebih...

5 orang yang ditemui Eddie, sang tokoh dalam buku ini, adalah:
1. Seorang bekas pekerja ayahnya, yang ternyata meninggal karena Eddie,
2. Kapten yang memimpinnya semasa perang, yang ternyata merupakan orang yang membuat kakinya cidera karena ingin menolongnya,
3. Seorang wanita tua yang tidak dikenalnya yang ternyata merupakan pemilik taman hiburan tempat ayahnya berkerja.. Ediie tidak mengenalnya, akan tetapi wanita ini ternyata mengenal Eddie, dan dia menceritakan sebuah kisah mengenai ayahnya yang selama ini tidak diketahui Eddie.. Hal yang membuat Ediie berdamai dengan ayahnya..
4. Istrinya, yang mengingatkan Eddie mengenai cinta semasa hidupnya, dan membuktikan bahwa cinta tidak sirna..
5. Seorang anak kecil yang meninggal karena Eddie membakarnya, tanpa sengaja, ketika perang berlangsung...

Dari kelima orang tersebut, Eddie belajar mengenai dirinya sendiri, pengorbanan, persahabatan, dan cinta.. 
Karenanya dia menerima dirinya, berdamai dengan dirinya sendiri.. dan menenangkan jiwanya...

Tidak ada orang yang tidak berguna di dunia ini..
Akan tetapi butuh kebesaran hati untuk mengetahui apa peran kita di dunia ini.. Sekecil apapun peranmu, pastilah itu berguna =)

Mampukah kita berdamai dengan diri kita sendiri...?


-thx to Mitch Albom- 

Tuesday, June 23, 2009

what a world of this..

Crita dimulai ketika akan berangkat ke kantor.. jalan kaki pagi-pagi, dengan semangat di hati *halah*
Ketika melewati sudut jalan sebuah TK, ada seorang bapak-bapak yang sedang mengatur jalan raya, karena biasalah Jakarta di pagi hari, macet buuu...

Setelah dengan serius mengatur jalan raya, tiba-tiba ada seorang cewe yang lewat *deng deng* dan si Bapak dengan reflek kelaki-lakiannya mulailah jail, dan menggoda si mbak-mbak *duuh kasian si mbak =p* Tapi ada satu hal yang si Bapak lupa.. *eits.. bukan resleting kok.. =p* Disebelahnya berdiri seorang anak kecil, yang kusimpulkan sebagai anaknya (jika melihat bahasa tubuhnya).. Si anak kemudian berkata kepada bapaknya: "Dasar mata keranjang", dan apakah yang dilakukan si Bapak? Ternyata dia hanya tersenyum-senyum malu yang nggilani gitu sodara-sodara... *plok plok plok* 

Hmmm... sebuah crita yang lucu klo kita sebagai penonton, tapi sebuah kisah yang tragis kalo kita ternyata berhubungan sodara dengan si Bapak.. 
Bapak.. Bapak.. What's on your mind?? Mungkin bukan hanya si Bapak ini yang begitu.. Mungkin masih banyak Bapak-Bapak, Mas-Mas, dan Om-Om yang melakukan hal yang sama.. Hey Man.. remember your family, okey?!

And in the end, i only can say.. What a world of this...